Bingung antara terus sewa atau beli rumah — dan setiap orang punya pendapat berbeda?
Keputusan sewa vs beli sering dibuat berdasarkan emosi, FOMO, atau tekanan sosial. Padahal ini keputusan finansial yang harus berdasarkan rasio konkret: harga vs sewa, lama tinggal, total cost of ownership. Yang kamu butuh: framework yang melindungi dari keputusan yang salah.
Gratis · 5 menit · Tanpa akun
Kami Tahu Rasanya...
Saya 30 tahun, sewa apartemen Rp 4 juta sebulan. Pasangan dan keluarga terus dorong beli rumah Rp 800 juta. Tapi saya tidak yakin ini timing yang tepat. Apakah saya benar atau cuma ragu-ragu?
Kamu tidak ragu-ragu — kamu sedang melakukan due diligence yang seharusnya orang lakukan untuk keputusan sebesar ini.
Tekanan dari semua arah
Pasangan, orangtua, teman — semua punya opini. "Sewa = buang uang", "Beli = kebebasan". Sulit memutuskan dengan tenang ketika semua dorong.
Takut salah keputusan 20 tahun
KPR 20 tahun = komitmen besar. Salah pilih lokasi/waktu/jenis bisa jadi beban yang sulit dilepas. Stake-nya tinggi.
Kamu tidak berjalan sendirian
Ribuan orang berada di titik yang sama. Kami di sini untuk memberi kejelasan — bukan ceramah.
Tidak tahu data konkret untuk lokasi
Setiap lokasi punya rasio harga/sewa berbeda. Rekomendasi umum dari internet jarang cocok untuk lokasi spesifikmu.
Mereka sudah melaluinya
Kondisi berbeda, masalah yang sama. Yang membedakan — mereka akhirnya tahu kondisi mereka sesungguhnya.
Pasangan dorong beli, saya ragu. Di sini saya dapat hitungan rasio harga/sewa untuk lokasi kami — dan ternyata sewa masih lebih masuk akal 3 tahun lagi.
Saya kira beli pasti lebih baik dari "buang uang" sewa. Di sini saya paham total cost of ownership — beli rumah jauh lebih mahal dari yang dipikir.
Tekanan keluarga "kapan beli rumah". Di sini saya dapat data yang menjelaskan kenapa sewa dulu lebih masuk akal di stage hidup saya.
Sewa atau Beli — Bukan Hitam Putih
Rule 5% sebagai starting point
Hitung 5% × harga rumah / 12 = "biaya kepemilikan bulanan" (cicilan + maintenance + opportunity cost). Bandingkan dengan sewa di lokasi sama. Yang lebih murah = lebih masuk akal finansial.
Break-even 5-7 tahun
Biaya transaksi beli (notaris, BPHTB, pajak) ~10% harga rumah. Beli baru lebih murah dari sewa setelah 5-7 tahun. Kalau mungkin pindah dalam 3 tahun, sewa hampir selalu menang.
Sewa bukan "buang uang"
Sewa = bayar untuk fleksibilitas + tidak ada risiko maintenance. Beli = bayar untuk stabilitas + bangun ekuitas. Keduanya valid, bukan moral judgment.
Cara Kerjanya
↑ Diupdate5 menit. Kondisimu dianalisis. Hasilnya spesifik untukmu.
Bukan template umum. Setiap jawaban membentuk gambaran kondisimu.
Kondisi keuangan kamu
Usia dan gambaran kondisi saat ini.
~1 menitCashflow bulanan
Pemasukan dan pengeluaran aktual.
~1 menitTujuan keuanganmu
Apa yang ingin dicapai untuk mewujudkan rencana propertimu.
~1.5 menitPola & perilaku keuanganmu
Supaya rekomendasi realistis untuk dijalankan.
Insight personalmu langsung muncul
Tanpa tunggu. Tanpa akun.
5 menit · Tanpa akun
Lihat contoh hasil nyata
Lihat rencana pengguna yang ingin punya properti
Mulai Langkah Pertama
Hanya butuh 5 menit untuk mendapat gambaran yang jelas. Tidak ada penilaian — hanya kejernihan.