30 Maret 2026

Cara Beli Saham AS dari Indonesia: Investasi di Apple, Google, dan NVIDIA

Investor Indonesia sekarang bisa beli saham perusahaan top dunia seperti Apple, Google, dan NVIDIA. Ini panduan cara beli saham AS, platform yang bisa dipakai, dan hal yang perlu diperhatikan.

Dulu, beli saham Apple atau Google terasa seperti impian yang jauh bagi investor Indonesia. Sekarang tidak lagi. Dengan perkembangan teknologi finansial, investor Indonesia bisa berinvestasi di pasar saham Amerika Serikat dengan modal mulai dari ratusan ribu rupiah.

Platform untuk Beli Saham AS dari Indonesia

1. Gotrade — khusus saham US, berizin OJK

Platform lokal yang fokus ke saham AS. Bisa beli fractional shares (pecahan saham) jadi tidak perlu beli 1 lot penuh. Berizin dan diawasi OJK.

2. POEMS (Phillip Securities) — pilihan komprehensif

Broker lokal yang menawarkan akses ke bursa global termasuk NYSE dan NASDAQ. Lebih lengkap tapi UI-nya lebih kompleks.

3. eToro, Interactive Brokers — platform luar negeri

Platform internasional dengan fitur lengkap. Perlu transfer valuta asing dan ada risiko regulasi karena berbasis di luar negeri.

Hal yang Harus Dipahami Sebelum Mulai

1. Risiko nilai tukar (currency risk)

Kamu berinvestasi dalam USD. Kalau rupiah menguat terhadap dolar, keuntunganmu dalam rupiah bisa berkurang meski harga saham naik dalam USD.

2. Pajak dividen otomatis dipotong 15–30%

Dividen dari saham AS dikenakan pajak withholding tax. Untuk investor Indonesia, biasanya 15% setelah mengisi formulir W-8BEN.

3. Tidak ada LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)

Investasi saham tidak dijamin pemerintah. Pilih platform yang berizin OJK untuk keamanan dana.

4. Mulai dengan ETF sebelum saham individual

ETF seperti S&P 500 (VOO, IVV) lebih aman untuk pemula daripada taruhan pada satu saham. Diversifikasi instan dengan biaya rendah.

Kapan Saham AS Masuk ke Portofoliomu?

Saham AS cocok sebagai bagian dari diversifikasi setelah kamu punya fondasi keuangan yang kuat: dana darurat cukup, tidak ada hutang konsumtif, dan sudah berinvestasi di instrumen lokal (reksa dana, IHSG). Alokasikan maksimal 20–30% portofolio ke pasar global untuk diversifikasi risiko geopolitik dan mata uang.

Mau tahu apakah portofolio investasimu sudah seimbang dan siap untuk diversifikasi global? Cek kondisi keuanganmu bersama Bisa Dipercaya — gratis, 5 menit.

Mau tahu kondisi keuanganmu?

Cek Kondisi Keuanganku →

Gratis · 5 Menit · Tanpa Akun